Cinta tidak dapat diukur dari apa yang bisa ataupun telah ataupun akan kita berikan kepada siapa yang kita cintai.. tetapi dari bagaimana kita menerima siapa yang kita cintai dengan tulus hati, apa adanya, karena cinta….
Karena cinta, tidak ada rintangan seberat apapun yang tak sanggup ditaklukkan oleh semangat dan kekuatannya..
Tidak ada kesusahan yang tak dapat dipulihkan oleh kasih sayang atas dasar cinta…
Tidak ada amarah yang tak dapat diredam oleh kebesaran hati karena cinta..
Dan tak ada batu, sekeras apapun itu, yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran karena cinta…
Cinta sesaat laksana pelita, bila tak terjaga cahyanya akan redup dan hati akan kembali diliputi gulita …
Cinta tulus seperti mentari, tak ‘kan berhenti hangatnya sinari meski terkadang berganti dengan dingin sang malam..
Bila jiwa tersentuh cinta, kadang membutakan hingga hati menjadi lupa..
Namun bila mampu me-maknai cinta, hati kan jeli melihat kasih sayang yang didasari ketulusan..
Hati kan temukan cahaya sejati yang mampu warnai hari dalam hidup, menerangi jiwa menelusuri jalan bahagia ke depan… hingga akhir hayat karena cinta…
Cinta yang sejati, hanyalah milik Allah.. dan cinta yang tulus adalah cinta yang terlahir semata-mata karena kecintaan kepada Allah…
Aku takut aku terlambat..
Kemarin… Beberapa hari yang lalu mimpi memberitahukanku..
Bahwa aku sudah dekat dengan ajalku..
Dalam pesannya aku melihat matahari yang sebegitu dekat denganku..
Aku tak dapat berdiri diatas kedua kakiku..
Aku hanya terbaring.. lirih bersuara “Allah… Allah…” tetapi tetap tak berdaya menatap langit.. Aku merasakan perih dan panas yang teramat sangat karena terlampau dekatnya dengan matahari.. Aku merasa sangat kotor… terbaring dengan tubuh berpeluh keringat, setiap bagian tubuhku terasa lengket.. ingin berontak namun tak kuasa berbuat apapun..
Kemarin lusa lagi-lagi aku bermimpi..
Aku berdiri diluar pagar halaman masjid nan besar dan anggun (begitu indahnya)..
Disisi kanan tak jauh dari masjid terhampar hiruk pikuk pasar dengan berbagai macam kesibukannya dan aku lebih memilih untuk masuk kesana..
Aku tertawa-tawa terkekeh-kekeh riang menikmati aneka barang yang indah-indah dan asyik untuk dimiliki..
Kuacuhkan saja adzan yang berkumandang..
Aku lebih memilih untuk tetap asyik menatap sejumlah barang yang unik dan cantik..
Aku lebih memilih untuk tetap bercengkerama, saling tawar menawar dengan sejumlah pedagang yang menjajakan aneka barang dagangannya..
Aku entah apa istimewaku namun ternyata Ia masih sangat sayang padaku..
Betapa Ia masih terus sabar mengingatkanku, akan Cinta dan KasihNya yang tulus selalu terlimpah kepadaku..
Hari ini saatku terbangun dari mimpi, aku merasakan malu dan takut yang teramat sangat.. Kemarin aku lancang menantang maut, lantang mendustakan Cinta-Mu..
tapi hari ini hatiku kecut.. Aku menangis tersedu dalam kenistaan yang tak dapat kututupi.. Ya Allah… aku mungkin akan menghadapi maut hari ini..
Aku mungkin akan tutup usia hari ini.. Aku takut aku terlambat.. aku takut aku telah terlambat…
Ya Allah… bila tangisku masih menghadirkan kesempatan..
Aku ingin bersegera wudhu dan shalat..
Detik-detik ajalku telah sebegitu dekat..
Aku benar-benar takut aku terlambat..
Bahwa aku sudah dekat dengan ajalku..
Dalam pesannya aku melihat matahari yang sebegitu dekat denganku..
Aku tak dapat berdiri diatas kedua kakiku..
Aku hanya terbaring.. lirih bersuara “Allah… Allah…” tetapi tetap tak berdaya menatap langit.. Aku merasakan perih dan panas yang teramat sangat karena terlampau dekatnya dengan matahari.. Aku merasa sangat kotor… terbaring dengan tubuh berpeluh keringat, setiap bagian tubuhku terasa lengket.. ingin berontak namun tak kuasa berbuat apapun..
Kemarin lusa lagi-lagi aku bermimpi..
Aku berdiri diluar pagar halaman masjid nan besar dan anggun (begitu indahnya)..
Disisi kanan tak jauh dari masjid terhampar hiruk pikuk pasar dengan berbagai macam kesibukannya dan aku lebih memilih untuk masuk kesana..
Aku tertawa-tawa terkekeh-kekeh riang menikmati aneka barang yang indah-indah dan asyik untuk dimiliki..
Kuacuhkan saja adzan yang berkumandang..
Aku lebih memilih untuk tetap asyik menatap sejumlah barang yang unik dan cantik..
Aku lebih memilih untuk tetap bercengkerama, saling tawar menawar dengan sejumlah pedagang yang menjajakan aneka barang dagangannya..
Aku entah apa istimewaku namun ternyata Ia masih sangat sayang padaku..
Betapa Ia masih terus sabar mengingatkanku, akan Cinta dan KasihNya yang tulus selalu terlimpah kepadaku..
Hari ini saatku terbangun dari mimpi, aku merasakan malu dan takut yang teramat sangat.. Kemarin aku lancang menantang maut, lantang mendustakan Cinta-Mu..
tapi hari ini hatiku kecut.. Aku menangis tersedu dalam kenistaan yang tak dapat kututupi.. Ya Allah… aku mungkin akan menghadapi maut hari ini..
Aku mungkin akan tutup usia hari ini.. Aku takut aku terlambat.. aku takut aku telah terlambat…
Ya Allah… bila tangisku masih menghadirkan kesempatan..
Aku ingin bersegera wudhu dan shalat..
Detik-detik ajalku telah sebegitu dekat..
Aku benar-benar takut aku terlambat..
Date:
Label: Boleh baca
Label: Boleh baca
Rindu makna hidup
Sudah banyak aku melihat, orang-orang yang menjilat angkuh para pembesar, sekaligus injak lemah kaum jelata demi mencapai ego kepuasan diri pribadi..
Sudah banyak aku melihat, orang yang menjual nurani dan martabat, membunuh rasa malunya.. Semua demi mengejar “nikmat” akan dunia
Demi menangkan harga kepuasan dan perhiasan maya..
Sudah banyak aku diperdengarkan sudah banyak pula aku dipertontonkan
akan cerita bodoh dan tololnya manusia, yang tertipu.. yang terlena.. yang terabaikan akalnya..
Sudah banyak aku “diajarkan” Sudah banyak pula ilmu yang aku terima
Untuk memahami makna hidup sesungguhnya, tapi kenapa aku masih saja BEGO..!!? Masih kubiarkan hatiku dijerat nafsu, masih kubiarkan jiwaku dilena mimpi.. Masih ku terlelap dalam tipuan murahan pada alur cerita yang sama.. dunia… dunia… lagi-lagi dunia..
Kapan aku bangun dari tidurku ? Kapan mimpi ini aku akhiri..?
Bagaimana aku bisa menang… bila sebelum berperang aku telah menyerah TAKLUK..?!!
Mungkin relung-relung hati dan setiap rongga pembuluh darahku telah dirasuki oleh si laknat IBLIS!!!
Kelemahanku terhadap bujuk rayunya membuatku kotor dan kotor lagi, hingga sulit untuk mendapati ruang yang bersih untukku mengingat-Nya
Ya Allah, aku ini milikmu..
Kau yang miliki segudang obat yang ampuh dan mujarab untuk obati aku..
suapi aku satu .. atau suntikkan saja insulin itu padaku..
Berikan perangsang biar aku candu pada-Mu
Aku bosan dengan aroma busuk duniawi.. aku rindu peluk Mu.. Seperti cinta Mu kepada hamba-hamba Mu yang terpilih..
Aku ingin menjadi kekasih Mu
Yang selalu Rindu akan kasih sayang-Mu.. aku bersimpuh takut pada perih azab-Mu.. Aku hanya ingin bercumbu dalam cinta-Mu.. kasih-Mu
Terserah Engkau jadikan aku pacar keberapa-Mu, asal dekat dan terpaut erat dengan Mu, aku rela..
Sudah banyak aku melihat, orang yang menjual nurani dan martabat, membunuh rasa malunya.. Semua demi mengejar “nikmat” akan dunia
Demi menangkan harga kepuasan dan perhiasan maya..
Sudah banyak aku diperdengarkan sudah banyak pula aku dipertontonkan
akan cerita bodoh dan tololnya manusia, yang tertipu.. yang terlena.. yang terabaikan akalnya..
Sudah banyak aku “diajarkan” Sudah banyak pula ilmu yang aku terima
Untuk memahami makna hidup sesungguhnya, tapi kenapa aku masih saja BEGO..!!? Masih kubiarkan hatiku dijerat nafsu, masih kubiarkan jiwaku dilena mimpi.. Masih ku terlelap dalam tipuan murahan pada alur cerita yang sama.. dunia… dunia… lagi-lagi dunia..
Kapan aku bangun dari tidurku ? Kapan mimpi ini aku akhiri..?
Bagaimana aku bisa menang… bila sebelum berperang aku telah menyerah TAKLUK..?!!
Mungkin relung-relung hati dan setiap rongga pembuluh darahku telah dirasuki oleh si laknat IBLIS!!!
Kelemahanku terhadap bujuk rayunya membuatku kotor dan kotor lagi, hingga sulit untuk mendapati ruang yang bersih untukku mengingat-Nya
Ya Allah, aku ini milikmu..
Kau yang miliki segudang obat yang ampuh dan mujarab untuk obati aku..
suapi aku satu .. atau suntikkan saja insulin itu padaku..
Berikan perangsang biar aku candu pada-Mu
Aku bosan dengan aroma busuk duniawi.. aku rindu peluk Mu.. Seperti cinta Mu kepada hamba-hamba Mu yang terpilih..
Aku ingin menjadi kekasih Mu
Yang selalu Rindu akan kasih sayang-Mu.. aku bersimpuh takut pada perih azab-Mu.. Aku hanya ingin bercumbu dalam cinta-Mu.. kasih-Mu
Terserah Engkau jadikan aku pacar keberapa-Mu, asal dekat dan terpaut erat dengan Mu, aku rela..
Date:
Label: Boleh baca
Label: Boleh baca
Cuman 15 Menit Doang..
Hei Bung .. !!
Sudahkah kamu berfikir .. ??
Sudahkah kamu sadar akan kehidupan dunia…??
Sudahkah kamu berusaha memperbaiki makna hidupmu .. ??
Kau telah belajar, faham dan mengerti ..
Bahwa sesungguhnya Shalat adalah tiang agamamu ..
yang mestinya kamu kerjakan... dirikan... !!
yang mestinya kamu topang dengan kokoh...
adakah kokoh keadaannya .. ??
Hei Bung .. !!
mengapa tak sanggup kau membakar rasa malas ?
mengapa tak mampu kau pengaruhi hatimu dengan kuasa akal yang benar ..
Adakah manfaat akalmu .. ? Bergunakah akalmu.. ?
Bukankah manusia menjadi mulia, karena adanya akal dan akhlak... ??
Hal yang lucu, bila engkau menolak dikatakan hina..
Hei Bung .. !!
Seandainya Allah izinkan engkau untuk sesaat saja ..
Menatap, mendengar, dan memperhatikan keadaan ghaib disekitarmu..
Lihatlah ke samping kirimu, ke samping kananmu ..
Ke atas kepalamu .. dan sisi lain disekitarmu ..
Kau akan lihat setan-setan yang tertawa ..
Menertawakan kebodohanmu .. ketololanmu …
Hei bung .. !!
Sadar.. !!!
Pejamkan sejenak matamu ..
Resapi dan renungkan seruan adzan yang hinggap ditelingamu..
Tanyakan hatimu .. tanyakan hatimu ..!!
Gunakan akalmu .. !!!
Masihkah engkau mau menjadi budak kemalasan .. ??
Cuman 15 menit doang ..
Beranjak dari pembaringanmu.. Berdiri dari tempat dudukmu..
Basuh wajahmu dengan wudhu .. dirikan shalat ..
Sebelum nafas tercekat di tenggorokan..
Sebelum engkau ditandu, diantar ke pembaringan..
Tempat terakhirmu untuk “bermalas-malasan”..
Hei bung ..
Sapalah hati dan akalmu..
Cuman 15 menit doang ..
Sudahkah kamu berfikir .. ??
Sudahkah kamu sadar akan kehidupan dunia…??
Sudahkah kamu berusaha memperbaiki makna hidupmu .. ??
Kau telah belajar, faham dan mengerti ..
Bahwa sesungguhnya Shalat adalah tiang agamamu ..
yang mestinya kamu kerjakan... dirikan... !!
yang mestinya kamu topang dengan kokoh...
adakah kokoh keadaannya .. ??
Hei Bung .. !!
mengapa tak sanggup kau membakar rasa malas ?
mengapa tak mampu kau pengaruhi hatimu dengan kuasa akal yang benar ..
Adakah manfaat akalmu .. ? Bergunakah akalmu.. ?
Bukankah manusia menjadi mulia, karena adanya akal dan akhlak... ??
Hal yang lucu, bila engkau menolak dikatakan hina..
Hei Bung .. !!
Seandainya Allah izinkan engkau untuk sesaat saja ..
Menatap, mendengar, dan memperhatikan keadaan ghaib disekitarmu..
Lihatlah ke samping kirimu, ke samping kananmu ..
Ke atas kepalamu .. dan sisi lain disekitarmu ..
Kau akan lihat setan-setan yang tertawa ..
Menertawakan kebodohanmu .. ketololanmu …
Hei bung .. !!
Sadar.. !!!
Pejamkan sejenak matamu ..
Resapi dan renungkan seruan adzan yang hinggap ditelingamu..
Tanyakan hatimu .. tanyakan hatimu ..!!
Gunakan akalmu .. !!!
Masihkah engkau mau menjadi budak kemalasan .. ??
Cuman 15 menit doang ..
Beranjak dari pembaringanmu.. Berdiri dari tempat dudukmu..
Basuh wajahmu dengan wudhu .. dirikan shalat ..
Sebelum nafas tercekat di tenggorokan..
Sebelum engkau ditandu, diantar ke pembaringan..
Tempat terakhirmu untuk “bermalas-malasan”..
Hei bung ..
Sapalah hati dan akalmu..
Cuman 15 menit doang ..
Date:
Label: Boleh baca
Label: Boleh baca
Langganan:
Postingan (Atom)
